Koordinasi Bimlat Strategi Penyusunan Materi Pembelajaran secara Online Gugus 6 dan Gugus 7 Kec. Lowokwaru

MALANG- Sampai dengan hari ini, pertanggal 18 Juni, wilayah Kota Malang menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kota Malang daerah zona oranye atau kategori risiko sedang.

Di Jawa Timur terdapat 22 daerah untuk kategori ini, yaitu Kota Malang, Sampang, Kota Probolinggo, Bondowoso, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar, Jember, Kabupaten Probolinggo, Nganjuk, Bangkalan dan Sumenep. Kemudian, Tulungagung, Banyuwangi, Magetan, Ngawi, Kota kediri,  Pacitan, Kota Madiun, Situbondo, Kabupaten Kediri, Bojonegoro dan Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan yang termasuk zona merah berkategori risiko tinggi ada 11 daerah: Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kota Mojokerto, Kota batu dan Kabupaten Mojokerto, sedangkan kategori zona kuning atau risiko rendah lima daerah yakni Trenggalek, Kota Pasuruan, Ponorogo, Lumajang serta Kota Blitar.

Kondisi daerah tersebut mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan. Menurut Mendikbud Nadiem Makarim melalui siaran langsung di akun Youtube Kemendikbud, pada Sabtu (13/6 20200) lalu, hanya daerah yang kategori zona hijau  dapat memulai pembelajaran, “Itu pun dimulai dari SMA/SMK/SMA dan SMP, setelah berjalan dua bulan baru kemudian SD. Namun tidak seluruh siswa masuk, dibatasi 50 persen siswa terlebih dulu.”

Melihat kondisi demikian, bisa dianalisa, kemungkinan tahun pelajaran baru yang dimulai 13 Juli 2020 yang akan datang kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah Kota Malang menggunakan sistem belajar di rumah. Bisa jadi berlaku sangat lama sepanjang semester satu, sampai akhir Desember 2020. Menyikapi kondisi demikian, Pengawas Gugus 6 dan Gugus 7 Lowokwaru berkoordinasi dengan pengurus K3S dan pengurus KKG membahas kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan materi pembelajaran online, pada Kamis (18/6 2020) di ruang guru SDN Tunggulwulung 1.

            “Peningkatan kompetensi guru dalam bentuk bimbingan dan pelatihan bertemakan, Strategi Penyusunan Materi Pembelajaran secara Online,” kata Bpk. Jupri Pengawas yang nantinya sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut. “Materi bimlat dibagi dalam tiga pokok materi bahasan. Pertama, mengenai teknik menyusun materi pembelajaran secara tertulis untuk diupload melalui web sekolah. Kedua, teknik pembuatan video pembelajaran, untuk diupload melalui Youtube. Dan ketiga, teknik penyusunan soal penilaian secara online,” tambahnya.

Selesai bimlat para guru diharapkan mampu membuat rangkaian kegiatan pembelajaran, mulai dari apersepi, kegiatan, dan evaluasi pembelajaran yang bisa diikuti oleh siswa secara online melalui website, youtube dan whatsap. Agar tidak memenuhi ruang memori HP peserta didik, ketiga materi pembelajaran  yang telah disusun oleh guru dibagi atau disebar linknya saja, melalui group WA perkelas. Nantinya, bentuk tayangan materi pembelajaran secara online, “Mirip tayangan pembelajaran yang pernah ditayangkan stasiun TVRI bulan lalu itu, lho,” jelas Bpk Jupri.

Sementara itu, Ibu Misgiati Kepala SDN Tunggulwulung 1 berdasarkan masukan dan berbagai pertimbangan dari yang hadir  memaparkan, “Kegiatan pelatihan rencana dilaksanakan pada awal Juli di pertengahan liburan semester dua dan dibagi dalam dua gelombang,” urainya. “Gelombang pertama, pesertanya perwakilan guru kelas rendah dan guru kelas tinggi masing-masing satu orang dari tiap sekolah. Gelombang kedua, semua guru perkelas. Pelaksanaan gelombang pertama pada pertengahan liburan semester dua, gelombang kedua pada awal masuk tahun pelajaran baru,” tambah KS yang juga sebagai Ketua Gugus 7 ini.(JPR)

Leave a Reply