PPDB Jalur Zonasi Hari Kedua Masih Error

MALANG – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk jalur zonasi di Kota Malang pada hari kedua masih error. Operator SD yang standby memasukkan data sejak tengah malam sampai pagi hari ini, Rabu (3/6) belum berhasil.

Seperti yang dituturkan operator SDN Jatimulyo 5, Lutfi Alfan, ia hanya berhasil menginput hanya dua pendaftar, ” Itu pun pada langkah di kedua, pilih sekolah mengalami gagal simpan data,” kata alumni UM jurusan Teknologi Pendidikan ini. “Saat halaman error, dan direload ulang, kita dibawa kembali ke halaman awal dan harus mengulang isi data dari awal lagi,” tambahnya.

Pada hari kedua PPDB jalur zonasi, ada tambahan menu Daftar SD Manual. Saat dicoba menginput data pendaftar melalui menu ini pun juga masih bermasalah. Kegagalan itu ditandai dengan munculnya tulisan, ‘Gagal ambil data’, ‘Coba beberapa saat lagi’, ‘Belum sinkron ke Dispendukcapil’.

Namun demikian, operator SD luar biasa sabarnya, tanpa bosan terus menerus mencoba menginput data, ” Siapa tahu nyantol,” kata Mustofa, operator SDN Tunggulwulung 1, saat dikunjungi Pengawas SD.

Kesabaran itu berbuah. Operator SDN Jatimulyo 2, berhasil menginput data sampai print out pada pkl. 12.35 WIB. ” Tapi, cuman 1 siswa,” ucapnya sambil tersenyum.

Guna mengantisipasi ketidakberhasilan penginputan data peserta didik baru melalui link ppdb.malangkota.go.id Pengawas Gugus 6 dan Gugus 7 Kec. Lowokwaru, Bpk Jupri menyarankan agar sekolah menggunakan isian data manual. ” Formatnya sudah dishare d group WA Info Diknas, mohon diprint dan digandakan,” sarannya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Bpk Sutiaji menanggapi berbagai keluhan masyarakat atas sistem PPDB yang error, proses pendaftaran online untuk jalur zonasi diperpanjang hingga 5 Juni 2020. Hal ini ditegaskan beliau di hadapan wali murid yang memadati halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Selasa (2/6/2020).

Untuk itu, kata dia, atas nama Pemerintah Kota Malang dirinya menyampaikan permohonan maaf, “Solusinya, silahkan kembali ke sekolah masing-masing, ada komplain apapun para wali murid bisa langsung ke sekolah,” ujarnya. (JPR)

Leave a Reply