Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran 2022/2023 Gugus 8 Kec. Lowokwaru

Foto: Sesaat sebelum pembukaan Workshop, Ibu Nur Dhuhati (Pengawas PABP) , Bpk Jupri (Pengawas SD Lowokwaru), dan Bpk Winarto (Ketua K3S Gugus 8

PENGAWAS SD – Sebanyak 106 guru terdiri dari guru kelas 1- 6, guru PJOK dan guru PABP Gugus 8 Kec. Lowokwaru, mulai hari ini, Senin (4/7) sampai Rabu (6/7) mengikuti workshop “Penyusunan Perangkat Pembelajaran 2022/2023.” Pada tahun pelajaran 2022/2023 ada dua kurikulum yang diterapkan sekolah, yakni Kurikulum Merdeka untuk kelas 1 dan 4, dan Kurikulum 2013 untuk kelas 2, 3, 5, dan 6.  Mereka diberi pelatihan membuat perangkat pembelajan mulai penyusunan program tahunan, program semester, penyusunan silabus, TP, ATP, RPP, modul ajar dan administrasi kelas. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan guru menerapkan Kurikulum Merdeka di awal tahun pelajaran 2022/2023. Kegiatan yang dilaksanakan di aula SDN Tunjungsekar 1 tersebut tidak mengundang nara sumber dari luar, namun oleh Pengawas SD, Pengawas PABP dan K3S Gugus 8.

Foto: Jupri, Pengawas SD Kec. Lowokwaru menyampaikan materi Kebijakan Kurikulum Merdeka

Jupri, M.Pd. Pengawas Gugus 8, mengatakan, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam perkembangannya, kurikulum terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dalam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan dan kehidupan manusia.

“Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar. Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka Belajar menjadi salah satu program untuk menciptakan suasana belajar di sekolah yang bahagia, suasana yang gembira, Bahagia bagi peserta didik maupun para guru,” ujar Jupri.

Foto: Guru-guru Peserta workshop Gugus 8 Kec. Lowokwaru

“Kurikulum adalah alat yang dipergunakan satuan Pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Ada beberapa kurikulum yang pernah diterapkan, seperti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 13, Kurikulum Darurat, Kurikulum Prototype yang terus disempurnakan menjadi Kurikulum Merdeka.

Jupri menyebutkan, sistem pendidikan yang baru saja dicetuskan oleh pemerintah pusat tentang Merdeka Belajar adalah hal yang istimewa. “Karena di dalamnya banyak memberikan ruang kepada para guru dan siswa, untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses belajar serta mengajar,” tambahnya. Ia menegaskan, Pendidikan secara modern sudah menjadi bagian dalam setiap aktivitas masyarakat, anak didik bahkan tenaga pendidik saat ini. Di mana para pendidik ditantang untuk terus mau belajar, belajar, dan berani.

Ia berharap dari agenda workshop selama tiga hari mulai Senin-Rabu, 4-6 Juli 2022, para guru mengetahui kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka serta mampu mengimplikasikan Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar dalam upaya mewujudkan profil  Pelajar Pancasila.  

Foto: K3S Gugus 8 Kec. Lowokwaru

Pengawas PABP Kec. Lowokwaru Nurduhati’ M.Ag,   yang hadir membuka workshop mengapresiasi pelaksanaan workshop ini. Dari workshop ini, ia berharap dapat memberdayakan dan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para guru SD di Gugus 8 pada khususnya, dan muaranya dapat meningkatkan mutu lulusan sekolah. Menurutnya, guru diharapkan tidak hanya sekedar mengajar tapi juga mendidik secara sungguh-sungguh. Beliau titip pesan agar anak didik yang beragama Islam juga dididik cara berthoharoh atau bersuci secara benar. Bagaimana cara membersihkan najis, bagaimana cara berwudlu yang benar, “Sebab hal ini berpengaruh terhadap sah tidaknya sholat seseorang,” terangnya.

Penulis: Jupri   (Pengawas SD Lowokwaru)

Leave a Reply